![]() |
| Tim Unkhair saat melakukan pencarian menggunakan drone. Foto: Humas Unkhair. |
LPM Aspirasi-- Tim Universitas Khairun (Unkhair) mengadakan drone bawa bawah air dan drone udara (DJI Mavic) untuk pencarian salah satu dosen yang hilang akibat kecelakaan kapal longboat Jum'at lalu. Pencarian ini dilakukan pada Senin, (26/01/2026) dimulai dari perairan Bibinoi, Bacan Timur Tengah, Halmahera Selatan (Hal-Sel).
Tim Unkhair bekerja sama dengan Basarnas, TNI, Polri, BNPB, KPLP, civitas akademika Unkhair, serta kelurga korban. Mereka membagi rute pecarian mulai dari perairan Desa Sayoang, Tutupa, Tabapoma, Tomara, hingga perairan Lemo-lemo, Kecamatan Gane Barat Tenggah.
Pencarian mengunakan drone udara dan drone bawa air, yang diturunkan dengan kedalaman yang mencapai 80 meter ini untuk mencaritahu tempat keberadaan korban.
Ridha Ajam, ketua tim Unkhair menjelaskan bahwa drone bawah air digunakan untuk membaca kondisi dasar laut yang tak memungkinkan dijangkau penyelaman manual.
“Namun Kedalamannya cukup ekstrem dan berisiko jika dilakukan penyelaman langsung. Karena gelombang yang tinggi, operasi kami hentikan sementara dan akan dilanjutkan esok hari," ungkapnya.
Dia bilang, drone ini angar mempermuda tim dalam melakukan aktivitas pencarian yang tak dapat dijangkau.
Misalnya bawah air untuk menyelam dan merekam kondisi dasar laut dengan kendali jarak jauh. Sementara dari udara, DJI Mavic menyisir permukaan laut dan garis pantai, memperluas pandangan ke wilayah yang tak terjangkau dari atas kapal," terangnya.
Husen Abubakar, Komandan Unit Basarnas Halsel, mengatakan bukan hanya drone melainkan terdapat lima alat utama yang dikerahkan untuk pencarian
“Alat alat ini diantaranya long boat masyarakat, spit boat Polairud, dua perahu karet Basarnas dan Polairud, hingga kapal bantuan KPLP.”
Dia bilang, pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat dan kapal-kapal yang melintas agar segera melapor bila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Menurut dia, pencarian akan kembali dilanjutkan pada besok hari dengan penyisiran permukaan laut sesuai prosedur dengan menyesuaikan arah arus dan kondisi cuaca.
“Tim menghentikan pencarian sementara hingga besok karena agin kencang dan gelombang makin tinggi," tutupnya.
Reporter: Sukriyanto Safar
Editor: Susi H. Bangsa
