Mahasiswa Gelar Unjuk Rasa Menyoal Surat Edaran Rektor UMMU

Massa aksi FPUDK di depan Ummu, pada Senin (6/11) Foto: Syahrullah Muin/ LPM Aspirasi


LPM Aspirasi-- Sejumlah mahasiswa kembali menggelar demonstrasi di depan Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), Kelurahan Sasa, Ternate Selatan, pada Senin (6/11/2023). 

Unjuk rasa dari Front Perjuangan untuk Demokrasi Kampus (FPUDK) ini menyusul Surat Edaran Rektor dengan nomor: 623/EDR/R-UMMU/XI/2023 terkait pelarangan aktivitas organisasi ekstra di lingkungan kampus. Surat itu diterbitkan pada 3 November 2023.

Eldino, Kordinator aksi mengatakan surat edaran ini membungkam ruang demokrasi kampus di Universitas Muhammadiyah. Padahal kampus harusnya membuka ruang demokrasi karena tempat untuk bertukar ide dan gagasan mahasiswa.

"Kampus seharusnya menjadi benteng terakhir demokrasi sebab kampus tempat mahasiswa berdiskusi dan juga bertukar gagasan mengenai  bagaimana proses kemajuan negara,” ungkapnya.

Spanduk di halaman UMMU yang berisi Edaran Rektor. Foto: Syahrullah Muin/ LPM Aspirasi

Eldino bilang, aksi ini merupakan lanjutan dari aksi pertama yang dilakukan pada Rabu (1/11/2023) kemarin setelah Ranita Rope, Wakil Rektor III melarang aktivitas organisasi ekstra kampus. Aksi pertama sendiri berakhir ricuh. Menindaklanjuti pelarangan yang dilakukan warek III, Saiful Deni, Rektor Ummu mengeluarkan Surat Edaran. 

Dari pantauan LPM Aspirasi, aksi dimulai sekira 10:00 WIT. Puluhan anggota kepolisian dikerahkan pihak Universitas Muhammadiyah untuk menghadang masa aksi agar tidak masuk di lingkungan kampus.

Sejumlah Polisi dikerahkan pihak kampus untuk mengawal massa aksi (1/11/2023) Foto: Syahrullah Muin/ LPM Aspirasi


Kata Eldino, kehadiran aparat kepolisian tidak seharusnya masuk ke kampus. Sebab undang-undang  sangat melarang keras aparat kepolisian hadir di dalam ruang pendidikan. Situasi yang mirip zaman Orde Baru (Orba) dalam meredam kekritisan mahasiswa.

"Ini cerminan buruk kampus dalam merespon kekritisan mahasiswa. Kami dari Front sepakat bahwa terus menyampaikan dan melipatgandakan perjuangan untuk memperjuangkan demokrasi kampus,” tegasnya.


Reporter Magang: Syahrullah Muin

Editor: Susi H. Bangsa

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama