Patah Tumbuh, Hilang Berganti: LPM Kultura Ganti Nama dan Konversi ke Universitas

Ilustrasi/lpm Aspirasi

SEJAK 28 Oktober 2019 menggunakan nama Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Kultura dengan status sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Fakultas Pertanian Universitas Khairun. Per tanggal 23 Juli 2020 lalu telah resmi berubah status menjadi UKM tingkat universitas dengan nama LPM Aspirasi melalui Surat Keputusan (SK) Rektor Unkhair Husen Alting, nomor: 931/UN44/KM.05/2020.

Perubahan nama ini dianggap perlu, mengingat secara kedudukan LPM Aspirasi tidak menjadi UKM dilingkup Fakultas Pertanian lagi, namun telah memiliki ruang lingkup yang, secara keanggotaan lebih besar: berada dilingkup mahasiswa Unkhair dan dibawah payung universitas. 

Secara historis, meski belum berdiri lama, sebagai organisasi tentu tidak terlepas dari berbagai masalah secara internal. Puncaknya sejak bulan Februari 2020, sebagian besar pengurus tidak lagi terlibat kerja-kerja organisasi: dari menyajikan karya-karya jurnalistik, kegiatan peliputan hingga publikasi. Mereka hengkang begitu saja.

Demoral dan pesimistis di dalam tubuh internal tak terelakan terjadi. Akibatnya, organisasi tampak terbengkalai karena kekosongan kepengurusan. Berjalan bak menggunakan tongkat, rapuh pula. 

Di tengah kondisi demikian, upaya menghidupkan kembali kegiatan-kegiatan jurnalistik, memupuk idealisme pers mahasiswa, menjadi motor suara yang nyaring dalam menyuarakan aspirasi publik juga terus menerus mengawal kran demokrasi kampus. Terlebih agar mahasiswa dari berbagai jenjang dan fakultas di kampus Unkhair dapat juga terlibat, maka alternatifnya adalah melakukan perombakan secara radikal struktural organisasi.

Syaratnya memang tidak mudah: memulai dari nol lagi. Seorang diri, menyiapkan mental dan konsistensi. Selama beberapa bulan, sejak awal bulan Juli dan berlanjut pada November 2020: membuka kegiatan regenerasi (perekrutan), pelatihan, persiapan konversi, menyusun struktur organisasi yang baru, hingga terbentuk kembali di ruang yang baru.

Pada fase ini, kiranya sangat perlu dipertegas kembali bahwa, pada kondisi, ruang, waktu dan status yang sudah berbeda ini; idealisme, independensi dan kritisisme pers mahasiswa masih akan selalu dirawat dan dijaga. Dengan tetap konsisten membela kebebasan berekspresi dan menyampaikan pendapat di muka umum, melawan pelecehan terhadap hak asasi dan martabat manusia terutama perempuan, mengupayakan membangun kultur yang egaliter dan program berbasis gender.

Disisi lain, berupaya menjadi media mahasiswa yang pro terhadap kepentingan publik, menyalurkan aspirasi dari berbagai sektor. Terutama aspirasi yang datang dari rakyat yang tertindas, serta menjadi instrumen yang mengawal kebijakan kampus yang tidak pro terhadap mahasiswa.

Dengan harapan penuh, semoga apa yang sudah dimulai dan dibangun ini, tetap beridiri tegak, kokoh dan konsisten,  berkarya sesuai kaidah-kaidah jurnalistik dan asasi kemanusiaan, serta independen menyuarakan kebenaran. 

Sebagai informasi juga, kami masih tetap menggunakan nama website www.lpmkultura.com dalam waktu yang tidak ditentukan, termasuk media sosial lainnya. Bila ada perubahan di hari kedepan, akan disampaikan informasinya melalui situs resmi kami.

Terimakasih! 

Salam Pers Mahasiswa!


Pimpinan Umum/Redaksi
Rabul Sawal

Contact: +62822-9292-9829


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama