Usai Gelar PJTD Perdana, LPM Kultura Bersiap Konversi Tingkat Universitas

Rapat kerja redaksi LPM Kultura pada Rabu 22 Juli 2020 (Foto/Istimewa)
lpmkultura.com -- Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Kultura Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Ternate adakan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) untuk persiapan konversi pers mahasiswa ke tingkat Universitas. Hal ini disampaikan Rabul Sawal, Pimpinan Umum LPM Kultura, pada Rabu (22/7/2020). 

PJTD 2020 perdana itu bertajuk "Membangun Generasi Baru Pers Mahasiswa yang Progresif dan Berpihak Pada Kelompok Minoritas" di gelar selama 4 hari sejak 14-17 Juli 2020 kemarin melalui via Google Meet. Pelatihan itu menghadirkan sejumlah pemateri ternama, salah satunya Andreas Harsono, Senior di Indonesia Researcher for Human Rights Watch dan penulis buku "Agama" Saya Adalah Jurnalisme.

Andreas sendiri bicara soal Sembilan Elemen Jurnalisme dan Internet, Verifikasi, Jurnalisme dan Demokrasi. Sementara,  Teknik Reportase, Wawancara dan Menulis Berita oleh Yael Stefani (Pimpinan Umum BPOM Wacana), Manajemen Organisasi Lembaga Pers Mahasiswa oleh Rahmat Ali (Mantan Sekjen PPMI) dan Pedomen Advokasi Kasus Pers Mahasiswa oleh Muhammad Firman (Badan Pengurus Nasional PPMI).

"Pelatihan ini kami gelar guna untuk meningkatkan pemahaman dasar anggota LPM Kultura yang baru bergabung tentang jurnalistik dan esensi pers mahasiswa secara umum," tutur Pimpinan Umum yang biasa di sapa Ajun Thanjer.

Ajun bilang, pelatihan ini akan diadakan tiap tahun sebagai upaya menguatkan kapasitas dan idealisme mahasiswa. Bagi dia, pers mahasiswa adalah salah satu tonggak penting dalam mengawal demokrasi, dan kebebasan pers di Indonesia dan menjadi watchdog bagi kekuasaan.

Kata dia, di tengah carut marutnya perampasan lahan, kekerasan terhadap gerakan mahasiswa dan rakyat, diskriminasi berbasis gender, rasialisme terhadap warga Papua, dan represi terhadap pers mahasiswa, media mahasiswa sendirilah yang menjadi alternatif mengawal isu pelanggaran HAM dan pemberangusan demokrasi tersebut.

"Sebab itu, dengan menggelar pelatihan, merekrut anggota baru, dan mendorong agar menjadi media mahasiswa ke tingkat Universitas, saya berharap supaya pers mahasiswa ini bisa maksimal dan menjadi wadah pemikiran kritis bagi mahasiswa," katanya.

Dia juga menegaskan, dengan konversi ke tingkat universitas, keredaksian lembaga pers yang di kelola oleh mahasiswa ini akan tetap independensi dengan keberpihakan yang tegas serta tetap mengedepankan idealisme mahasiswa.

Pers mahasiswa yang berdiri sejak Oktober 2019 lalu di Fakultas Pertanian ini, tambah dia, akan mengupayakan semaksimal mungkin berjejaring dengan pers mahasiswa di seluruh indonesia dan pers konvensional di daerah.

Saat ini, LPM Kultura tengah menyiapkan program dan telah mengajukan proposal untuk konversi ke universitas. 

Reporter: Harisa Tarsono
Editor: Ajun

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama