Aliansi Unkhair Bergerak Kritik Kebijakan Prabowo Gibran

Aliansi Unkhair Bergerak saat membentangkan kartu merah tanda protes terhadap kebijakan pemerintahan Prabowo Gibran yang dibilai tidak pro terhadap rakyat. Foto: LPM Aspirasi


LPM Aspirasi -- Sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Unkhair Bergerak mengelar aksi demonstrasi merespon situasi politik dan ekonomi secara nasional pada Senin, (15/06/2026) di depan Kantor Walikota Ternate, Maluku Utara. 

Aksi dimulai sekitar pukul 14.40 WIT dengan melakukan long marc dari Kediaman Gubernur hingga di Depan Kantor Walikota Ternate Dan membentangkan spanduk bertuliskan “Tumbangkan Rezim Prabowo Gibran dan Kembalikan Kedaulatan Rakyat”. 

Massa menilai, kondisi Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo dan Gibran menunjukkan bahaya krisis semakin nyata, tekanan ekonomi makin lemah, hal ini karena kiblat ekonomi Indonesia mengarah pada kepentingan kelas kapitalis-imprealis. 

Muhammad Imam Irwan, koordinator aksi mengatakan kebanyak kebijakan yang diambil dalam pemerintahan Prabowo-Gibran keberpihakannya pada kelas-kelas kapitalis. 

“Misalnya dalam kerja sama BoP Pemerintah kita justru berpihak pada Amerika Serikat yang sebagai Negara kapitalis-imprealis dan kolonialis," ungkapnya. 

Dia bilang, jatuhnya nilai tukar rupiah saat ini adalah yang paling terendah dalam sejarah Indonesia. Ini akibat dari salah urus perekonomian negara oleh pemerintah saat ini. 

“Kalau seperti ini, implikasinya adalah kenaikan harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) bahwan BBM juga akan naik," jelasnya. 

Sejalan dengan itu, Fajrianto Idris, seorang massa aksi mengatakan, pemerintah alih-alih menangani krisis malah justru membuat kebijakan yang memperlebar krisis yang menguras anggaran negara. 

“Misalnya program Kopdes dan MBG yang justru secara terang-terangan terbukti memakan biaya perhari 1,5 miliar, padahal kata mereka lagi sedang efisiensi, ini kan tidak masul akal," ujar dia.

Dia bilang, hal yang menjadi paling fundamental dan perlu diselesaikan oleh pemerintah adalah bisa memenuhi kebutuhan mendesak rakyat. 

“Mulai dari kesehatan dan pendidikan  gratis hingga pemenuhan lainnyad."


Reporter: Sukriyanto Safar

Editor: Susi H. Bangsa

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama