Perburuan Kuskus Mata Biru Kembali Terjadi, 4 Pelaku Diamankan

Kuskus mata biru (phalanger matabiru) hasil perburuan liar. Foto: Hasan Azan/LPM Aspirasi.

LPM Aspirasi-- Komunitas Pemuda Pulo Tareba kembali mendapati  4 pelaku perburuan kuskus mata biru (phalanger matabiru)  yang terjadi di Kelurahan Loto, Ternate Barat, Kota Ternate. Kejadian ini terjadi pada Selasa, 30 Desember 2025. pukul  00.47, Waktu Indonesia Timur (WIT).

Dari hasil buruan tersebut di temukan 19 ekor kuskus mata biru. terdapat 15 ekor kuskus dewasa, 4 ekor anakan dan 1 jenis Soa layar.

Junaidi Abas, koordinator Kumunitas Pulo Tareba mengatakan, kegiatan perburuan seperti ini bukan kali pertama, melainkan ini sudah terjadi berulang kali. Namun temuan hasil buruan kali ini lebih banyak dari kasus-kasus sebelumnya. 

Menurut dia, kejadian semacam ini akan terus terjadi  secara berulang,  jikalau pemerintah daerah terkususnya walikota Ternate tidak mengambil kebijakan tegas, dengan mengeluarkan regulasi perlindungan satwa endemik yang hanya ada di pulau Ternate dan Tidore.

“Kalau seperti ini terus, kami juga tidak bisa berbuat banyak jikalau pemerintah saja tidak merespon permasalahan perburuan hewan endemik dua pulau ini. Kami bisa apa, kalau pemerintah saja tidak mendukung aktivitas yang kami lakukan untuk melindungi satwa ini," jelas Junaidi.

“Kami juga telah menyita 2 senapan angin dan 20 ekor hasil buruan. Harapan kami dengan menyita alat  dan hasil buruan tersebut, pelaku merasakan efek jera dan tak mengulangi aktivitas perburuan satwa endemik tersebut," tmbahnya.

Menurut jikson salah satu pelaku perburuan kuskus mata biru, hewan ini diburu untuk dikonsumsi dalam rangka untuk menyambut hari raya natal. Kata dia aktifitas ini baru pertama kali dilakukan.

“Kami batembak hewan ini hanya untuk makan saja, kami juga tidak tau kalau hewan ini dilindungi. Dan tong juga belum melihat plang-plang  yang dong pasang di hutan ini” ungkapnya.

Ia juga mengaku, hewan ini sangat susah di temukan di Halmahera Barat (Halbar).  Ini disebabkan oleh aktivitas perburuan yang sangat masif terjadi di sana, pungkasnya.

Sementara itu, Perwakilan Kepala Seksi Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Kota Ternate, Ahmad Do Yahya saat di konfirmasi mengenai kasus perburuan satwa endemik kuskus mata biru mengaku belum mengetahui informasi lengkap terkait dengan perburuan hewan endemik tersebut.

“Kita belum tau soal ini, coba nanti cari tau siapa yang berikan info itu. Soalnya kami belum dapat info lengkapnya,” ungkapnya.

Ia mengatakan, kuskus mata biru adalah satwa endemik yang hanya terdapat di dua daerah yakni di Pulau Ternate Dan Tidore.

“satwa ini di lindungi dan tidak boleh di buru. Ini sebenarnya sudah dilarang untuk di buru,” pungkasnya yang dilansir dari Malut Pots.


Reporter: Hasan Azan

Editor: Susi H. Bangsa

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama