Aksi kamisan Ternate: Demi Modal, Warga Bangkal Ditembak Mati

Massa aksi saat memegang poster tuntutan pada aksi Kamisan di seberang kantor walikota Ternate. Foto: Ardian M. Djauna/ LPM Aspirasi.
 

LPM Aspirasi -- Aksi Kamisan Ternate kembali digelar di depan kantor Walikota Ternate, Jalan pahlawan Revolusi, Muhajirin, Ternate Tengah, Pada kamis (12/10/2023) sore. Dalam aksi kali ini, massa bersolidaritas terhadap penembakan warga Desa Bangkal, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

Dalam pantauan LPM Aspirasi, massa aksi mulai berkumpul sekira pukul 16.00 WIT.  Massa mengutuk dan mendesak agar kasus ini segera diusut tuntas. 

Penembakan ini terjadi pada 7 Oktober 2023 kala warga Bangkal menggelar aksi unjuk rasa guna menuntut PT HMBP 1 (Best Agro International Group) mengembalikan tanah warga di luar hak guna usaha (HGU) perusahaan. Aksi itu berlangsung sejak 16 September 2023.  Pelaku penembakan diduga dilakukan anggota kepolisian. 

Massa aksi spanduk tuntutan pada aksi Kamisan di seberang kantor walikota Ternate. Foto: Ardian M. Djauna/ LPM Aspirasi.

“Selain menembak warga yang menyebabkan satu warga tewas dan satu warga kritis, aparat juga menangkap dua puluh warga Seruyan dengan brutal,” ungkap Zulhijrah, massa Aksi Kamisan.

Dia bilang, Apa yang dilakukan oleh aparat kepolisian terhadap warga Bangkal Seruyan akhirnya semakin membuka mata kita bahwa slogan Polisi melayani, melindungi, dan mengayomi merupakan ilusi keamanan dan kedamaian palsu yang berhasil disematkan di setiap kepala masyarakat.

“Nyatanya TNI dan Polri dibentuk hanya untuk mengayomi, melayani, dan melindungi majikannya, yakni modal dan kekuasaan,” terangnya.

Jadi, kata Zulhijrah, siapapun yang mengancam laju jalannya modal serta kekuasaan maka dia akan ditangkapi, dikriminalisasi, dipresekusi, dipukul, dan diseret. 

“Yang terparah, tentu saja ditembak mati. Semua itu akan dilakukan atas kepentingan majikan, sekali lagi hanya untuk majikan,” tegas dia.

Menurut Zulhijrah, kita sepatutnya bersepakat untuk mengubur dalam-dalam ketakutan dan kebodohan sedalam tujuh lapis tanah. Rakyat tidak boleh lagi diam. 

“Dari satu nyawa yang melayang, rakyat Bangkal tidak akan tunduk dari segala kekerasan dan represifitas yang dilakukan oleh Negara terhadap rakyatnya hari ini,”  Terang Zulhijrah.

Dalam laporan media, dua warga bangkal jadi korban, yakni Gijik dan Taufik. awalnya Taufik yang kena tembakan. Melihat punggung Taufik bersimbah darah, Gijik cepat-cepat berlari menolong Taufik. Saat itu juga Gijik juga kena tembakan di belakang menembus dada yang menyebabkan ia tewas di tempat.


Reporter: Ardian M. Djauna

Editor: Darman Lasaidi

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama