Kampus dan Internet

Ilustrasi

Kini kita telah masuk di zaman yang serba cepat. Segala sesuatu dapat dikerjakan lewat android, leptop dan komputer. Yang terpenting semuannya dapat disambungkan ke jaringan internet, maka segala kebutuhan yang diperlukan dengan mudah kita peroleh.

Kemudahan akses ini, tentu membuat kita semakin mudah dalam mencari informasi, apalagi di dalam dunia pendidikan. Internet telah menyediakan beragam informasi-informasi penting berdasarkan dasar keilmuan yang kita butukan. Hal inilah yang patut menjadi bahan evaluasi kampus untuk menjemput perubahan yang semakin cepat ini.

Pada hakikatnya pendidikan tidak bisa mengabaikan internet, seperti yang kita lihat saat ini. Kehadiran aplikasi “Ruang Guru” membuktikan bahwa pentingnya internet dalam meningkatkan kapasitas siswa-siswi.

Kampus Abaikan Internet

Polemik soal kampus yang mengabaikan internet, rupanya menjadi problem yang jarang diperhatikan oleh kelompok-kelompok terpelajar. Istilah “Pengabaian Internet” sebenarnya lazim dikenal dalam dunia akademik. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi V, kata pengabaian diartikan sebagai proses, cara, perbuatan mengabaiakan (tidak memedulikan, melalaikan). Sedangkan kata internet diartikan sebagai, jaringan komunikasi elektronik yang menghubungkan jaringan komputer dan fasilitas komputer yang terorganisasi di seluruh dunia melalui telepon atau satelit. Jika kita kontekskan kata pengabaian internet dalam dunia kampus, yaitu kampus tidak menggubris akan pentingnya internet sebagai salah satu indikator pendobrak kapasitas ilmu pengetahuan.

Mirisnya hal seperti ini dapat kita jumpai di beberapa kampus yang ada di Provinsi Maluku Utara, seperti kampus yang berada di Ternate, Tidore, Morotai, Bacan, hingga di ibu Kota Provinsi Maluku Utara. Padahal kita semua sadar, bahwa kini kita telah masuk pada zaman industri 4.0 yang lagi tren menjadi pembahasan di sosial media (sosmed). Dan ini patut menjadi pertimbangan kampus untuk menyediakan areal akses jaringan nirkabel atau Wireless Fidelity (WiFi) untuk dapat dinikmati oleh mahasiswa.

Tapi di sini saya juga tentu tidak mengabaikan beberapa kampus yang menyediakan WiFi. Tapi ingat, WiFi yang disediakan itu tidak gratis / free WiFi, melainkan harus mengunakan kata sandi (password). Dan lebih parah, password itu hanya segelintir orang yang mengetahuinya. Maka dari itu saya dapat sampaikan bahwa WiFi yang disediakan kampus bisa dianggap tidak ada, sebab keberadaannya tidak dinikmati oleh semua mahasiswa.

Problem fasilitas kampus yang tidak memadai seperti ini, masih dipandang sebelah mata oleh kampus-kampus yang berada di Provinsi Maluku Utara. Padahal, fasilitas itu sebenarnya sangat penting untuk menjadi bahan pertimbangan kampus, agar dapat meningkatkan pengetahuan mahasiswanya. Maka dari itu saya dapat berpendapat bahwa kebanyakan anak muda Maluku Utara yang memilih berkuliah di luar kota ketimbang kuliah di kota sendiri, mungkin salah satu faktor yang melatarbelakangi yaitu kurangnya fasilitas yang memadai. Termasuk di dalamnya free WiFi.

Hiruk-pikuk persoalan WiFi ini juga mengingatkan kita pada film “Filosofi Kopi 2”, produksi Visinema Pictures, yang disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko, kemudian diaktori oleh Chicco Jerikho sebagai Ben dan Rio Dewanto sebagai Jody.

Film Filosofi Kopi 2, mengisahkan tentang Ben dan Jody, dua anak muda yang memiliki kedai kopi tanpa akses jaringan WiFi. Di satu waktu, ada empat orang pengunjung yang mampir ke kedai mereka, lalu memesan kopi, kemudian meminta password WiFi. Seketika itu Jody langsung berkata “di sini gak ada WiFi”. Tanpa berpikir panjang akhirnya para pengunjung tersebut langsung meninggalkan kedai itu. Di sini saya dapat berkata bahwa setiap orang itu membutukan fasilitas yang memadai.

Pentinya Internet

Di era globalisasi sekarang ini, negara-negara yang ada dibelahan dunia tidak lagi mengenal kata batasan untuk mendapatkan informasi, sekalipun berada pada tempat yang berbeda. Dan disini saya ingin sampaikan bahwa laju kemajuan teknologi dan informasi, bukan hanya bermanfaat bagi dunia bisnis melainkan juga bermanfaat buat dunia pendidikan. Mengapa demikian, karena kehadiran internet saat ini memungkinkan seseorang dapat mencari lalu menyebarkan segala bentuk ilmu pengetahuan dengan cepat dan mudah. Sehingga pertumbuhan ilmu pengetahuan serta teknologi diupayakan agar lebih cepat dan merata.

Di sini kita patut ingat bahwa, internet telah menjadi gudang informasi yang tak terbatas di dalam dunia pendidikan. Mulai dari berita perkembangan dunia internasional, kemudian kita bisa mencari informasi yang dibutukan dalam bidang keilmuan tertentu, hingga informasi beasiswa. Maka dari itu saya dapat berpendapat bahwa, kehadiran internet jangan kita pandang dengan sebelah mata, sebab dengan akses yang mudah ini mahasiswa dapat memperluas cakrawalanya dan ilmu pengetahuan. Mungkin demikian. [] 

Penulis: Andi Naser, Pengiat Literasi Independensia

Lebih baru Lebih lama