Faperta Unkhair Dorong Peran Pemuda Atasi Krisis Pangan

 BEM Faperta Unkhair gelar seminar ketahanan pangan pada Kamis, (21/5/2026) di Aula Nuku Unkhair, kampus dua Gambesi, Ternate Selatan. Foto: Ningsi Defretes/LPM Aspirasi.

LPM Aspirasi -- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Khairun (Unkhair) menggelar seminar ketahanan pangan dengan tema “Pangan Sebagai  Instrumen Stabilitas Sosial dan Keadilan Nasional" pada Kamis, (21/5/2026) di Aula Nuku Unkhair, kampus dua Gambesi, Ternate Selatan. 

Kegiatan ini menghadirkan empat narasumber diantaranya, Ali Akbar Muhammad, ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Serikat Petani Indonesia (SPI) Maluku Utara, Aqshan Sadikin, wakil dekan III Faperta Unkhair, Gunawan Yusuf Rabjim, Jo Hukum kesultanan Ternate dan Afrianto Darnis, praktisi pertanian.

Dalam seminar itu, mereka menilai masalah ketahanan pangan dan
krisis pangan menjadi masalah pokok di Indonesia sehingga menjadi penting didiskusikan masalahnya dan apa langkah untuk mengatasi krisis pangan. 

Nurul Syhawa Abdurasyid, ketua panitia mengatakan, ketersediaan pangan yang cukup merata dan terjangkau merupakan salah satu indikator dalam mencipatakan kehidupan masyarakat yang adil dan sejahtera.

“Pangan merupakan kebutuhan dasar yang berperan penting dalam masyarakat, tidak hanya berkaitan dengan instrumen pemenuhan kebutuhan konsumsi, juga menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas sosial kehidupan bermasyarakat," jelas mahasiswa pertanian itu.



Dia bilang, di Indonesia saat ini masih menghadapi tantang dan persoalan ketersediaan pangan dimana sering terjadi pendistribusian yang tidak merata, selain itu banyak keluhan petani gagal panen akibat lambat diberikan pupuk. 

“Persoalan ini yang kami temukan di lapangan, bagaimana distribusi pangan yang tidak merata, keterbatasan akses pupuk dan bibit, ancaman perubahan  iklim hingga menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian,” terangnya. 

Sejalan dengan itu, Asri Fahri, Presiden BEM Faperta Unkhair bilang, pangan ini menjadi isu skala Nasional yang merambat sampai pada pelaku rumah tangga dan ini menjadi masalah serius yang perlu diselesaikan. 

“Peran pemuda dan mahasiswa sebagai generasi yang melanjutkan tongkat estafet bangsa perlu menjadi pilar utama dalam menyelesaikan porsoalan ini," tegas dia.

Selain itu, Lili Ishak, Dekan Faperta Unkhair  mengatakan generasi digital yang dikenal sebagai masyarakat kritis  tentu harus menjadi moto penggerak yang menyelesaikan masalah di bangsa ini.

"Ketahanan pangan itu adalah salah satu isu yang bukan hanya di Indonesia melainkan ini isu global , tapi, kalian mungkin perlu melihat di dalam negara kalian sendiri," ungkapnya. 

Dia bilang, di dalam film dokumenter Pesta Babi menjadi kenyataan bahwa masalah pangan perlu diatasi dan bukan memberikan solusi palsu. 

"Pesta babi itu memunculkan kenyataan, kita tidak tau nanti seperti apa, mungkin kelapa sawit yang bukan untungnya untuk masyarakat Papua. Ini bukan menjadi bahan untuk mengejek pemerintah, tapi bangun critical thingking yang bagus.” ungkapnya.


Reporter: Ningsi Deferetes

Editor: Sukriyanto Safar

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama